Analisis Kelayakan Bisnis dalam Pelaksanaan Kerja Sama Pemanfaata Operasional (KSPO)

(Studi Kasus: KSPO pada Pelabuhan Penyebrangan X dan Y)

Authors

  • Rofiq Khamdani Yusuf Direktorat Penilaian, Direktorat jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI
  • Supriyanto Supriyanto Direktorat Penilaian, DJKN
  • Ferdha Hermanto Direktorat Penilaian, DJKN
  • Aisyah Sri Kusuma Dewi Direktorat Penilaian, DJKN

Keywords:

Kerja Sama Pemanfaatan Operasional, Kontribusi Tetap, Pembagian Keuntungan, Management Fee

Abstract

 Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara (BMN) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan BMN oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan negara bukan pajak dan sumber pembiayaan lainnya. Berbeda dengan skema KSP pada umumnya, pada Skema KSPO, mitra kerja sama bertanggung jawab dalam mengelola/mengoperasikan BMN tanpa mengeluarkan investasi awal. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan metode analisis kelayakan usaha, indikator kelayakan usaha serta perhitungan Kontribusi Tetap dan Pembagian Keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian metode dan indikator kelayakan usaha skema kerja sama operasional yang berlaku umum di pasar properti pada saat diterapkan pada rencana usaha KSPO BMN Pelabuhan X dan Pelabuhan Y oleh PT. ABC. Penelitian ini menggunakan metode analisis kelayakan finansial yaitu Net Profit Margin (NPM), Rasio Return on Asset (ROA) dan Rasio Total Asset Turn Over (TATO). Hasil akhir pada penelitian ini menunjukkan bahwa rencana usaha KSPO BMN Pelabuhan X dan Pelabuhan Y oleh PT. ABC dinyatakan layak untuk dilanjutkan dengan Rasio NPM berkisar 32,14%-32,49%, Rasio ROA berkisar antara 2,23%-9,39%, dan Rasio TATO berkisar antara 0,13x-0,15x.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-10-02